HUBUNGAN KAP (KNOWLEDGE, ATTITUDE AND PRACTICE), PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TINEA CORPORIS DAN CRURIS

Authors

  • M Yayan Abdullah Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Author
  • Wiwin Mulianingsih Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar, Mataram Author
  • Suci Nirmala Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar, Mataram Author
  • Lysa Maryam Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar, Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/ghxvg685

Keywords:

tinea corporis, tinea cruris, KAP, personal hygiene, sanitasi lingkungan

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat kelembaban tinggi yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur kulit, termasuk Tinea corporis dan Tinea cruris. Lingkungan asrama seperti pondok pesantren berpotensi meningkatkan risiko penularan akibat kepadatan hunian, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan knowledge, attitude, practice (KAP), personal hygiene, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,386) dan sikap (p=0,369) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Namun terdapat hubungan antara perilaku (p=0,000), personal hygiene (p=0,000), dan sanitasi lingkungan (p=0,000) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akkus, G., Evran, M., Gungor, D., Karakas, M., Sert, M., & Tetiker, T. (2016). Tinea pedis and onychomycosis frequency in diabetes mellitus patients and diabetic foot ulcers: A cross sectional observational study. Pakistan Journal of Medical Sciences, 32(4), 891–895. https://doi.org/10.12669/pjms.324.10027

Defi, R. S. (2022). Pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebersihan diri (personal hygiene) di Panti Asuhan Griya Bahtera Kasih Semarang. Jurnal Kesehatan, 1(2), 95–109.

Fahham, A. M. (2019). Sanitasi dan dampaknya bagi kesehatan: Studi dari pesantren. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 10(1), 33–47. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v10i1.1230

Khairunnisa, S. S., Azmi, F., Adnyana, I. G. A., & Anulus, A. (2025). Hubungan Status Gizi, Tingkat Pengetahuan Orang Tua Atau Wali Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(3), 142-152. https://doi.org/10.64094/ydbckb38

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurseni, T., Tosepu, R., & Nurmaladewi. (2020). Sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih pada lingkungan pesantren. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 1(1), 26–35.

Nursidik, A. M., Djajakusumah, T. S., & Andarini, M. Y. (2019). Incidence and characteristics of Tinea cruris and/or corporis patients in Polyclinic for Skin and Genital Health Al Islam Hospital Bandung during the 2017 period. Prosiding Pendidikan Dokter Universitas Islam Bandung, 2, 382–389.

Oktaviana, N., & Kawilarang, A. P. D. (2018). Patient profile of Tinea corporis in Dr. Soetomo General Hospital Surabaya from 2014 to 2015. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(3), 200. https://doi.org/10.20473/jbe.v6i32018.200-208

Prakoso, A. D., Setianingsih, L. E., & Suyatna, Y. (2026). Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Ibu Balita melalui Edukasi Screening Speech Delay Dan Late Talker. Jurnal Medika Mengabdi, 2(2), 76-84. https://doi.org/10.59981/94jpn710

Sajida, U. N. A., Hadi, S., Sanyoto, D. D., Savitri, D., & Rahmiati, R. (2023). Profil pasien Tinea corporis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ulin Banjarmasin periode 2019–2021. Homeostasis, 6(1), 265. https://doi.org/10.20527/ht.v6i1.8814

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

HUBUNGAN KAP (KNOWLEDGE, ATTITUDE AND PRACTICE), PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TINEA CORPORIS DAN CRURIS. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 1-7. https://doi.org/10.64094/ghxvg685