POLA PEMANFAATAN TERAPI KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF (MASSAGE, AKUPRESUR, BEKAM, HIPNOTERAPI) PADA LAYANAN KEPERAWATAN HOLISTIK DI LINGKUNGAN KAMPUS 0 0
DOI:
https://doi.org/10.64094/gmpghm36Keywords:
bekam, keperawatan holistik, massage, pola pemanfaatan, terapi komplementerAbstract
Pemanfaatan terapi komplementer dan alternatif (TKA) terus meningkat sebagai pelengkap layanan kesehatan konvensional, namun data pemanfaatannya pada layanan keperawatan holistik berbasis kampus di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pemanfaatan empat modalitas TKA (massage sederhana, akupresur, bekam, dan hipnoterapi relaksasi) serta hubungannya dengan jenis kelamin dan jenis keluhan peserta. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap data sekunder dokumentasi skrining kesehatan pada Praktik Keperawatan Holistik di Universitas Nasional, Jakarta. Dari 106 peserta, 103 peserta dengan data intervensi tercatat dianalisis (total sampling). Variabel dependen adalah modalitas yang diberikan (multi respons); variabel independen adalah jenis kelamin dan jenis keluhan (muskuloskeletal vs. non muskuloskeletal). Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan rasio odds (OR) beserta 95% Confidence Interval (CI). Massage sederhana merupakan modalitas terbanyak (67,0%), diikuti edukasi herbal (50,5%), akupresur (27,2%), bekam (17,5%), dan hipnoterapi relaksasi (6,8%); 59,2% peserta menerima kombinasi ≥2 modalitas. Hipnoterapi hanya terealisasi pada 7 dari 16 peminat, dan yoga/tai chi (n=5) tidak pernah terealisasi. Peserta laki laki lebih banyak menerima bekam (46,4% vs. 6,7%; OR= 12,13; 95% CI= 3,76 hingga 39,19; p<0,001) dan lebih sedikit menerima massage (46,4% vs. 74,7%; OR= 0,29; 95% CI= 0,12 hingga 0,73; p=0,010). Massage lebih banyak diberikan pada keluhan muskuloskeletal (76,9% vs. 36,0%; OR= 5,93; 95% CI= 2,24 hingga 15,66; p<0,001), sedangkan hipnoterapi lebih jarang (1,3% vs. 24,0%; OR= 0,04; 95% CI= 0,005 hingga 0,36; p=0,001). Pemanfaatan TKA pada layanan keperawatan holistik kampus didominasi massage, sering dikombinasikan, dan tampak disesuaikan dengan jenis kelamin serta jenis keluhan peserta. Temuan ini menggambarkan pola pemanfaatan dan tidak menunjukkan efektivitas klinis modalitas.
Downloads
References
Aboushanab, T. S., & AlSanad, S. (2018). Cupping therapy: An overview from a modern medicine perspective. Journal of Acupuncture and Meridian Studies, 11(3), 83–87. https://doi.org/10.1016/j.jams.2018.02.001
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Bishop, F. L., & Lewith, G. T. (2010). Who uses CAM? A narrative review of demographic characteristics and health factors associated with CAM use. Evidence Based Complementary and Alternative Medicine, 7(1), 11–28. https://doi.org/10.1093/ecam/nen023
Clarke, T. C., Black, L. I., Stussman, B. J., Barnes, P. M., & Nahin, R. L. (2015). Trends in the use of complementary health approaches among adults: United States, 2002–2012 (National Health Statistics Reports No. 79). National Center for Health Statistics.
Frass, M., Strassl, R. P., Friehs, H., Müllner, M., Kundi, M., & Kaye, A. D. (2012). Use and acceptance of complementary and alternative medicine among the general population and medical personnel: A systematic review. The Ochsner Journal, 12(1), 45–56.
Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality tests for statistical analysis: A guide for non statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486–489. https://doi.org/10.5812/ijem.3505
Harris, P. E., Cooper, K. L., Relton, C., & Thomas, K. J. (2012). Prevalence of complementary and alternative medicine (CAM) use by the general population: A systematic review and update. International Journal of Clinical Practice, 66(10), 924–939. https://doi.org/10.1111/j.1742 1241.2012.02945.x
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer. Kementerian Kesehatan RI.
Kristoffersen, A. E., Stub, T., Salamonsen, A., Musial, F., & Hamberg, K. (2014). Gender differences in prevalence and associations for use of CAM in a large population study. BMC Complementary and Alternative Medicine, 14, 463. https://doi.org/10.1186/1472 6882 14 463
Levin, K. A. (2006). Study design III: Cross sectional studies. Evidence Based Dentistry, 7(1), 24–25. https://doi.org/10.1038/sj.ebd.6400375
Moyer, C. A., Rounds, J., & Hannum, J. W. (2004). A meta analysis of massage therapy research. Psychological Bulletin, 130(1), 3–18. https://doi.org/10.1037/0033 2909.130.1.3
Mulder, L. T. C., Busch, M., Kristoffersen, A. E., Hök Nordberg, J., & van der Werf, E. T. (2022). Prevalence and predictive factors of complementary medicine use during the first wave of the COVID 19 pandemic of 2020 in the Netherlands. BMC Complementary Medicine and Therapies, 22, 43. https://doi.org/10.1186/s12906 022 03528 x
World Health Organization. (2025). Global traditional medicine strategy 2025–2034. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240113176
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



