GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN IgM ANTI-LEPTOSPIRA PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS KLINIS LEPTOSPIROSIS DI PUSKESMAS BANTUL 1 TAHUN 2025 8 12
DOI:
https://doi.org/10.64094/13p4x037Keywords:
IgM anti-Leptospira, imunokromatografi, leptospirosis, luaran klinis, rapid diagnostic testAbstract
Leptospirosis sering menunjukkan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga pemeriksaan laboratorium penting untuk mendukung penilaian awal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan imunoglobulin M (IgM) anti-Leptospira serta distribusinya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan luaran klinis pada pasien dengan diagnosis klinis leptospirosis di Puskesmas Bantul 1 tahun 2025. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif. Seluruh 31 rekam laboratorium dan rekam medis yang memenuhi kriteria diikutsertakan melalui total sampling. IgM anti-Leptospira diperiksa menggunakan rapid test imunokromatografi, sedangkan data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil IgM positif ditemukan pada 30 dari 31 pasien (96,8%), sedangkan satu pasien (3,2%) menunjukkan hasil negatif. Pasien laki-laki berjumlah 27 orang (87,1%), dan kelompok usia terbanyak adalah 56-65 tahun, yaitu 11 orang (35,5%). Sebanyak 30 pasien sembuh (96,8%) dan satu pasien meninggal (3,2%). Sebagian besar pasien yang diperiksa menunjukkan hasil IgM anti-Leptospira positif dan berjenis kelamin laki-laki, dengan proporsi terbesar pada usia 56-65 tahun. Temuan ini menggambarkan populasi penelitian dan tidak membuktikan prevalensi penyakit, akurasi diagnostik, maupun hubungan sebab-akibat antara pemeriksaan IgM dan luaran klinis. Hasil rapid test IgM perlu ditafsirkan bersama durasi gejala, temuan klinis, riwayat paparan, serta pemeriksaan konfirmasi apabila diperlukan.
Downloads
References
Baharom, M., Ahmad, N., Hod, R., Ja'afar, M. H., Arsad, F. S., Tangang, F., Ismail, R., Mohamed, N., Mohd Radi, M. F., & Osman, Y. (2024). Environmental and occupational factors associated with leptospirosis: A systematic review. Heliyon, 10(1), e23473. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e23473
Costa, F., Hagan, J. E., Calcagno, J., Kane, M., Torgerson, P. R., Martinez-Silveira, M. S., Stein, C., Abela-Ridder, B., & Ko, A. I. (2015). Global morbidity and mortality of leptospirosis: A systematic review. PLOS Neglected Tropical Diseases, 9(9), e0003898. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0003898
Mwachui, M. A., Crump, L., Hartskeerl, R., Zinsstag, J., & Hattendorf, J. (2015). Environmental and behavioural determinants of leptospirosis transmission: A systematic review. PLOS Neglected Tropical Diseases, 9(9), e0003843. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0003843
Nualnoi, T., Lomlim, L., & Naorungroj, S. (2024). Accuracy of rapid lateral flow immunoassays for human leptospirosis diagnosis: A systematic review and meta-analysis. PLOS Neglected Tropical Diseases, 18(5), e0012174. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0012174
Sholichah, Z., Wahyudi, B. F., Sianturi, C. L. J., & Astuti, N. T. (2021). Leptospira pada tikus dan badan air serta riwayat penularan penderita di daerah baru kasus leptospirosis di Bantul. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 17(1), 73-82. https://doi.org/10.22435/blb.v17i1.2612
Sykes, J. E., Reagan, K. L., Nally, J. E., Galloway, R. L., & Haake, D. A. (2022). Role of diagnostics in epidemiology, management, surveillance, and control of leptospirosis. Pathogens, 11(4), 395. https://doi.org/10.3390/pathogens11040395
Widjajanti, W. (2019). Epidemiologi, diagnosis, dan pencegahan leptospirosis. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases, 5(2), 62-68. https://doi.org/10.22435/jhecds.v5i2.174
World Health Organization. (2003). Human leptospirosis: Guidance for diagnosis, surveillance and control. World Health Organization.
World Health Organization. (2020). Leptospirosis prevention and control in Indonesia. https://www.who.int/indonesia/news/detail/24-08-2020-leptospirosis-prevention-and-control-in-indonesia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



