PERBEDAAN KADAR KREATININ SERUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DAN NON-DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 9 11
DOI:
https://doi.org/10.64094/6rmb1747Keywords:
diabetes mellitus, kreatinin serum, fungsi ginjal, hiperglikemia, nefropati diabetikAbstract
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal akibat hiperglikemia berkepanjangan. Gangguan fungsi ginjal ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin serum sebagai indikator penurunan filtrasi glomerulus. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar kreatinin serum pada pasien Diabetes Mellitus dan Non-Diabetes Mellitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Juli–Desember 2025. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sampel penelitian sebanyak 172 responden terdiri dari 86 pasien Diabetes Mellitus dan 86 pasien Non-Diabetes Mellitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kreatinin serum pada kelompok Diabetes Mellitus sebesar 1,36 mg/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok Non-Diabetes Mellitus sebesar 0,82 mg/dL. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=1000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan kadar kreatinin serum yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pasien Diabetes Mellitus cenderung memiliki kadar kreatinin serum lebih tinggi yang mengarah pada penurunan fungsi ginjal.
Downloads
References
American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 11. Chronic kidney disease and risk management: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S246–S260. https://diabetesjournals.org/care/article/49/Supplement_1/S246/163914
Ahat, F., Haryanto, E., & Arifin, S. (2023). Korelasi kadar HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus kronis. The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 6(2), 178–183. https://doi.org/10.30651/jmlt.v6i2.20442
Ayudya, A. P., Wahyunie, S., & Rica, F. N. (2024). Deskripsi kadar kreatinin penderita diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada tahun 2021–2023. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(11). https://doi.org/10.33024/jikk.v11i11.17443
Dahlan, M. S. (2020). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Salemba Medika.
de Boer, I. H., Khunti, K., Sadusky, T., Tuttle, K. R., Neumiller, J. J., Rhee, C. M., Rosas, S. E., Rossing, P., & Bakris, G. (2022). Diabetes management in chronic kidney disease: A consensus report by the American Diabetes Association and Kidney Disease: Improving Global Outcomes. Diabetes Care, 45(12), 3075–3090. https://doi.org/10.2337/dci22-0027
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.
International Diabetes Federation. (2025). IDF diabetes atlas (11th ed.). https://diabetesatlas.org/resources/idf-diabetes-atlas-2025/
Kidney Disease: Improving Global Outcomes Diabetes Work Group. (2022). KDIGO 2022 clinical practice guideline for diabetes management in chronic kidney disease. Kidney International, 102(5S), S1–S127. https://doi.org/10.1016/j.kint.2022.06.008
Kidney Disease: Improving Global Outcomes CKD Work Group. (2024). KDIGO 2024 clinical practice guideline for the evaluation and management of chronic kidney disease. Kidney International, 105(4S), S117–S314. https://kdigo.org/wp-content/uploads/2024/03/KDIGO-2024-CKD-Guideline.pdf
Kriswiastiny, R., Sena, K. Y., Hadiarto, R., & Prasetia, T. (2022). Hubungan lama menderita diabetes melitus dan kadar gula darah dengan kadar kreatinin pasien diabetes melitus tipe 2 pada perempuan dan laki-laki. Medical Profession Journal of Lampung, 12(3), 413–420. https://doi.org/10.53089/medula.v12i3.373
Kurnia, I., & Ismawatie, E. (2024). Korelasi antara kadar HbA1c dengan kreatinin pada pasien diabetes mellitus di Laboratorium Pramita Samanhudi. Plenary Health: Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 148–154. https://doi.org/10.37985/plenaryhealth.v1i3.549
Pagana, K. D., Pagana, T. J., & Pagana, T. N. (2022). Mosby’s diagnostic & laboratory test reference (15th ed.). Elsevier.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia. PB PERKENI.
Rachmad, B., & Setyawati, R. (2023). Gambaran kadar kreatinin dan ureum pada penderita diabetes mellitus. Jurnal Medical Laboratory, 2(2), 37–45. https://doi.org/10.57213/medlab.v2i2.194
Renaldi, M. (2016). Perbedaan kadar kreatinin serum dengan kadar gula darah yang terkontrol dan tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Makassar. Jurnal Mitrasehat, 6(1). https://doi.org/10.51171/jms.v6i1.174
Verdiansah. (2016). Pemeriksaan fungsi ginjal. Cermin Dunia Kedokteran, 43(2), 148–154. https://doi.org/10.55175/cdk.v43i2.25
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



