PERBEDAAN KADAR HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL 19 10

Authors

  • Rindy Primadona Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Author
  • Joko Murdiyanto Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Author
  • Titin Aryani Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/ykk4am70

Keywords:

diabetes melitus tipe 2, HbA1c, insulin, kontrol glikemik, obat antidiabetik oral

Abstract

Hemoglobin terglikasi (HbA1c) menggambarkan rerata paparan glikemik selama dua sampai tiga bulan sebelumnya dan digunakan untuk memantau pengendalian glikemik jangka panjang pada diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar HbA1c antara pasien rawat jalan yang menggunakan insulin dan obat antidiabetik oral (OAD) di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan desain potong lintang dan data sekunder rekam medis periode Januari-Desember 2025. Sebanyak 36 pasien dipilih dengan purposive sampling, terdiri atas 18 pasien yang menggunakan insulin dan 18 pasien yang menggunakan OAD secara konsisten sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum pemeriksaan HbA1c. HbA1c diperiksa menggunakan metode kromatografi afinitas boronat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan independent-samples t-test setelah pemeriksaan normalitas dan homogenitas. Sebagian besar pasien berusia 56-65 tahun (38,9%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,9%). Rerata kadar HbA1c sebesar 7,48% pada kelompok insulin dan 9,02% pada kelompok OAD. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p=0,033). Kadar HbA1c berbeda secara signifikan antara pasien yang menggunakan insulin dan OAD, dengan rerata lebih rendah pada kelompok insulin. Karena pemberian terapi tidak dilakukan secara acak serta kadar HbA1c awal dan faktor perancu klinis tidak dianalisis, hasil tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti bahwa insulin lebih efektif daripada OAD.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes, Designated Subject Matter Experts, & ADA Scientific Team. (2026a). Glycemic goals, hypoglycemia, and hyperglycemic crises: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S132-S149. https://doi.org/10.2337/dc26-S006

American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes, Designated Subject Matter Experts, & ADA Scientific Team. (2026b). Pharmacologic approaches to glycemic treatment: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S183-S215. https://doi.org/10.2337/dc26-S009

National Glycohemoglobin Standardization Program. (2026). Factors that interfere with HbA1c test results. https://ngsp.org/factors.asp

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2024. PB PERKENI.

von Elm, E., Altman, D. G., Egger, M., Pocock, S. J., Gotzsche, P. C., & Vandenbroucke, J. P. (2007). The Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology (STROBE) statement: Guidelines for reporting observational studies. PLOS Medicine, 4(10), e296. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040296

World Health Organization. (2024). Diabetes. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Downloads

Published

28-08-2026

How to Cite

PERBEDAAN KADAR HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(3), 548-552. https://doi.org/10.64094/ykk4am70