ANTIMICROBIAL RESISTANCE DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI: LITERATUR REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.64094/gcq5dd93Keywords:
antimicrobial resistance, kedokteran gigi, antibiotic stewardship, infeksi rongga mulut, antibiotikAbstract
Antimicrobial resistance (AMR) telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin memengaruhi praktik kedokteran gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dalam praktik kedokteran gigi berkontribusi terhadap munculnya mikroorganisme resisten dan mempersulit penatalaksanaan infeksi rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bukti ilmiah terkini mengenai antimicrobial resistance dalam praktik kedokteran gigi serta pentingnya antimicrobial stewardship. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan Scopus menggunakan kata kunci terkait antimicrobial resistance, kedokteran gigi, antibiotic stewardship, dan infeksi rongga mulut pada artikel tahun 2022–2026. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik dan kriteria inklusi sehingga diperoleh 8 artikel yang dianalisis. Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam praktik kedokteran gigi berkontribusi terhadap terjadinya antimicrobial resistance. Rongga mulut dapat menjadi reservoir gen resistensi antibiotik. Antimicrobial stewardship, penggunaan antibiotik berbasis guideline, dan peningkatan pendekatan diagnostik merupakan strategi penting dalam mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional dalam praktik kedokteran gigi. Antimicrobial resistance merupakan tantangan penting dalam praktik kedokteran gigi. Penggunaan antibiotik secara rasional dan penerapan antimicrobial stewardship diperlukan untuk mengurangi perkembangan mikroorganisme resisten dalam bidang kedokteran gigi.
Downloads
References
Botelho J, Lyra P, Nascimento GG, Leite FRM, Mendes JJ, Machado V. Antibiotics in periodontal treatment: An umbrella review. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology. 2025;15:1601464. doi:10.3389/fcimb.2025.1601464
Farzinnia G, Anvari Y, Siqueira MF. Antimicrobial resistance in oral healthcare: A growing concern in dentistry. Dentistry Journal. 2025.
Judith MJ, Aswath N, Padmavathy K. Microbiota of dental abscess and their susceptibility to empirical antibiotic therapy. Contemporary Clinical Dentistry. 2022;13(4):369–374. doi:10.4103/ccd.ccd_782_21
Kulis E, Cvitkovic I, Pavlovic N, et al. A comprehensive review of antibiotic resistance in the oral microbiota: Mechanisms, drivers, and emerging therapeutic strategies. Antibiotics (Basel). 2025;14(8):828. doi:10.3390/antibiotics14080828
Nizami MZI, Yin IX, Niu JY, et al. Antibiotic resistance in dentistry: A review. Antibiotics (Basel). 2025;14(12):1259. doi:10.3390/antibiotics14121259
Schmid AI, Werkmeister R, Al-Nawas B, Heider J. Antibiotic resistance in odontogenic infections: A systematic review of current evidence and implications for guideline-based therapy. Clinical Oral Investigations. 2026;30:183. doi:10.1007/s00784-026-06848-1
Teoh L, Löffler C, Mun M, et al. A systematic review of dental antibiotic stewardship interventions. Community Dentistry and Oral Epidemiology. 2025. doi:10.1111/cdoe.13009
Thornhill MH, Dayer MJ, Durkin MJ, Lockhart PB, Baddour LM. Risk of adverse reactions to oral antibiotics prescribed by dentists. Journal of Dental Research. 2019;98(10):1081–1087. doi:10.1177/0022034519863645
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



