EFEKTIVITAS BAHAN ALAM LOKAL SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR: LITERATURE REVIEW TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA ENTEROCOCCUS FAECALIS

Authors

  • Stiza Tanita Wiranatakusumah Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Medika Suherman Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/j41nn202

Keywords:

enterococcus faecalis, irigan alami, saluran akar, KHM, NaOCl

Abstract

Enterococcus faecalis merupakan salah satu bakteri yang sering dikaitkan dengan infeksi endodontik persisten dan kegagalan perawatan saluran akar karena kemampuannya bertahan pada lingkungan ekstrem serta membentuk biofilm yang resisten. Natrium hipoklorit (NaOCl) masih menjadi bahan irigasi standar, tetapi keterbatasannya berupa sitotoksisitas dan risiko iritasi jaringan mendorong pencarian alternatif berbasis bahan alam. Literature review ini bertujuan menyintesis bukti terbaru mengenai efektivitas antibakteri bahan alam lokal atau bahan alam yang mudah ditemukan di Indonesia sebagai bahan irigasi saluran akar terhadap E. faecalis, dengan fokus pada nilai konsentrasi hambat minimum (KHM). Penelitian ini menggunakan desain literature review terstruktur. Artikel tahun 2019 2024 ditelusuri melalui PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, serta basis data jurnal kedokteran gigi dan endodontik. Kriteria inklusi meliputi studi in vitro yang mengevaluasi bahan alam terhadap E. faecalis dan melaporkan nilai KHM/MIC atau data konsentrasi hambat yang sebanding. Studi yang hanya melaporkan zona hambat, luaran antibiofilm non-KHM, atau terbit di luar rentang tahun dikeluarkan. Delapan studi memenuhi kriteria utama. Nilai KHM terendah ditemukan pada fraksi heksana etil asetat Myrmecodia pendens dan fraksi heksana air Uncaria gambier, masing-masing sebesar 0,049 mg/mL. Teh hijau menunjukkan kisaran KHM lebih rendah dibanding neem dan kunyit, sedangkan Piper betle menunjukkan potensi antibakteri pada konsentrasi lebih tinggi. Bukti mengenai kulit manggis dalam rentang 2019 2024 belum memadai untuk sintesis berbasis KHM. Beberapa bahan alam, terutama Myrmecodia pendens, Uncaria gambier, teh hijau, dan Nigella sativa, memiliki potensi antibakteri terhadap E. faecalis. Namun, bukti saat ini belum cukup untuk menggantikan NaOCl secara klinis karena sebagian besar penelitian masih bersifat in vitro dan sangat heterogen secara metodologis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chen Wei Qi, C. W., Ghani, H. A., & Mohamad, S. (2023). Cytotoxic and antibacterial properties of Piper betle combined with selected root canal sealers. Sains Malaysiana, 52(12), 3485–3495. https://doi.org/10.17576/jsm-2023-5212-11

Diouchi, J. D. J., Touré, B., & Ghoul, S. G. (2024). Antibiofilm efficacy of plant extracts as root canal irrigants in endodontics: A systematic literature review. Frontiers in Dental Medicine, 5, 1479953. https://doi.org/10.3389/fdmed.2024.1479953

Firnanda, M. B., Nugraha, C. N. M., Setyabudi, Cahyani, F., & Mudjiono, M. (2022). Minimum inhibitory concentration and minimum bactericidal concentration of henna leaf extracts (Lawsonia inermis L.) against Enterococcus faecalis. Bali Medical Journal, 11(3). https://doi.org/10.15562/bmj.v11i3.3879

Hamasaeed, N. H. (2024). The impact of Azadirachta indica extract on the expression profile of esp gene in treated Enterococcus faecalis. The Open Dentistry Journal, 18, e18742106293218.

Jain, N., Jain, P., Raj, A., & Singh, A. (2019). A comparative study on antimicrobial efficacy of a novel irrigant, Nigella sativa oil against Enterococcus faecalis (ATCC 29212): A preliminary study. Saudi Journal of Oral and Dental Research, 4(9), 584–588.

Kuswandani, F., Satari, M. H., & Maskoen, A. M. (2019). Antimicrobial efficacy of Myrmecodia pendens extract and fraction combination against Enterococcus faecalis ATCC 29212. Journal of Dentistry Indonesia, 26(3), 119–125. https://doi.org/10.14693/jdi.v26i3.1085

Ruksakiet, K., Hanák, L., Farkas, N., Hegyi, P., Sadaeng, W., Czumbel, L. M., Sang-Ngoen, T., Garami, A., Mikó, A., Varga, G., Lohinai, Z., & Gerber, G. (2020). Antimicrobial efficacy of chlorhexidine and sodium hypochlorite in root canal disinfection: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of Endodontics, 46(8), 1032–1041. https://doi.org/10.1016/j.joen.2020.05.002

Sovira, G. D. J., Satari, M. H., & Mariam, M. S. (2021). Antimicrobial properties of various solvents combinations for phytochemical fraction derived from Uncaria gambier extract against Enterococcus faecalis ATCC 29212. Padjadjaran Journal of Dentistry, 33(1). https://doi.org/10.24198/pjd.vol33no1.25206

Surana, A., Priya, C., Bhavya, A., Suparna, G. S., Rolly, S. A., & Kewlani, M. (2024). Comparative evaluation of minimal inhibitory concentration and minimal bactericidal concentration of various herbal irrigants against Enterococcus faecalis. Journal of Conservative Dentistry and Endodontics, 27(7), 780–784. https://doi.org/10.4103/JCDE.JCDE_349_23

Yuanita, T., Mooduto, L., Lina, R. C., Muttaqin, F. A., Tangdan, I., Marpaung, R. E. I., & Sunur, Y. K. (2019). Minimum inhibitory concentration of cocoa pod husk extract in Enterococcus faecalis extracellular polymeric substance biofilm thickness. Dental Journal, 52(4), 215–218. https://doi.org/10.20473/j.djmkg.v52.i4.p215-218

Yuanita, T., Oktavianti, R. A., Suryani, D. F., Rukmo, M., Kunarti, S., & Kusuma, A. H. (2020). The inhibitory ability of cocoa pod husk extract on Enterococcus faecalis glucosyltransferase enzyme activity. The Journal of Contemporary Dental Practice, 21(3), 271–276. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10024-2786

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

EFEKTIVITAS BAHAN ALAM LOKAL SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR: LITERATURE REVIEW TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA ENTEROCOCCUS FAECALIS. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 171-180. https://doi.org/10.64094/j41nn202