TELE-DENTISTRY: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MONITORING PERAWATAN ORTODONTI DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.64094/8b76z549Keywords:
teledentistry, tele-orthodontics, monitoring ortodonti, clear aligner; kecerdasan buatan; IndonesiaAbstract
Tele-dentistry menjadi inovasi yang semakin relevan dalam perawatan ortodonti karena perawatan ortodonti membutuhkan pemantauan berkelanjutan, kepatuhan pasien, serta deteksi dini terhadap masalah alat ortodonti. Monitoring ortodonti jarak jauh yang didukung aplikasi digital dan kecerdasan buatan berpeluang mengurangi kunjungan tatap muka yang tidak diperlukan tanpa menghilangkan supervisi klinis. Artikel ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang tele-dentistry dalam monitoring perawatan ortodonti, khususnya terkait efektivitas klinis, akurasi kecerdasan buatan, penerimaan pasien, isu etik, keamanan data, dan implementasinya di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode scoping literature review dengan sintesis naratif. Literatur ditelusuri melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Google Scholar, serta dokumen regulasi Indonesia yang relevan. Kata kunci yang digunakan meliputi “teledentistry,” “tele-orthodontics,” “remote monitoring,” “Dental Monitoring,” “artificial intelligence,” “clear aligner,” “orthodontic treatment,” dan “Indonesia.” Artikel yang diprioritaskan adalah publikasi tahun 2018–2025 berupa penelitian primer, uji acak terkontrol, studi kohort retrospektif, studi akurasi diagnostik, survei, tinjauan sistematis, dan dokumen kebijakan. Bukti menunjukkan bahwa monitoring ortodonti jarak jauh dapat mengurangi kunjungan tatap muka sekitar 1,5 hingga 3,5 kunjungan tanpa menurunkan luaran klinis utama pada kasus terpilih, terutama terapi clear aligner. Kecerdasan buatan menunjukkan performa diagnostik tinggi dalam mendeteksi masalah alat yang tampak secara visual, seperti bracket debonding, kehilangan kawat ikat, dan terbukanya klip self-ligating. Namun, bukti mengenai durasi perawatan, efektivitas biaya jangka panjang, penilaian jaringan lunak, dan generalisasi hasil masih terbatas. Dalam konteks Indonesia, tele-dentistry memiliki potensi strategis untuk meningkatkan akses perawatan ortodonti, tetapi membutuhkan protokol klinis, informed consent, perlindungan data, literasi digital, dan integrasi dengan rekam medis elektronik. Tele-dentistry perlu diposisikan sebagai komponen pelengkap dalam model perawatan ortodonti hibrida, bukan pengganti pemeriksaan klinis langsung. Aplikasi yang paling kuat adalah monitoring clear aligner, triase masalah alat, penguatan kebersihan mulut, dan pemantauan retensi pada kasus terpilih.
Downloads
References
Abu Arqub, S., Al-Moghrabi, D., Kuo, C.-L., Godoy, L. da C., & Uribe, F. (2024). Perceptions and utilization of tele-orthodontics: A survey of the members of the American Association of Orthodontists. Progress in Orthodontics, 25, 16. https://doi.org/10.1186/s40510-024-00516-4
Dalessandri, D., Sangalli, L., Tonni, I., Laffranchi, L., Bonetti, S., Visconti, L., Gu, M., Signoroni, A., & Paganelli, C. (2021). Attitude towards telemonitoring in orthodontists and orthodontic patients. Dentistry Journal, 9(5), 47. https://doi.org/10.3390/dj9050047
Hansa, I., Katyal, V., Ferguson, D. J., & Vaid, N. (2021). Outcomes of clear aligner treatment with and without Dental Monitoring: A retrospective cohort study. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 159(4), 453–459. https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2020.02.010
Hansa, I., Semaan, S. J., & Vaid, N. R. (2020). Clinical outcomes and patient perspectives of Dental Monitoring GoLive with Invisalign: A retrospective cohort study. Progress in Orthodontics, 21, 16. https://doi.org/10.1186/s40510-020-00316-6
Konsil Kedokteran Indonesia. (2024). Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 126/KKI/KEP/III/2024 tentang Standar Profesi Dokter Gigi Indonesia. Konsil Kedokteran Indonesia.
Lam, J., Freer, E., & Miles, P. (2023). Comparative assessment of treatment efficiency and patient experience between Dental Monitoring and conventional monitoring of clear aligner therapy: A single-center randomized controlled trial. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 163(4), 456–464. https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2022.12.004
Logan, S., Riedy, C. A., Hargett, K., & Katebi, N. (2024). Orthodontists’ use of remote monitoring platforms pre-, amid, and post-COVID-19: A survey study. BMC Oral Health, 24, 480. https://doi.org/10.1186/s12903-024-04245-2
Lugito, M. D. (2024). Teledentistry in oral medicine practice: Knowledge among dental students and dentists in Jakarta, Indonesia. Journal of Indonesian Oral Medicine and Special Needs, 2(2). https://doi.org/10.32793/jioms.v2i2.1243
Marks, J., Freer, E., Ong, D., Lam, J., & Miles, P. (2024). Evaluating Dental Monitoring effectiveness compared with conventional monitoring of clear aligner therapy using the Peer Assessment Rating index. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 166(4), 350–355. https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2024.05.014
McCray, J. F., Smith, L., Handlin, D., Dabney, W., Mietz, C., & Skafi, R. (2026). Accuracy of DentalMonitoring’s artificial intelligence in detecting common orthodontic braces treatment related emergencies. Scientific Reports, 16, 6627. https://doi.org/10.1038/s41598-026-37329-w
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. Systematic Reviews, 10, 89. https://doi.org/10.1186/s13643-021-01626-4
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Sangalli, L., Alessandri-Bonetti, A., & Dalessandri, D. (2024). Effectiveness of dental monitoring system in orthodontics: A systematic review. Journal of Orthodontics, 51(1), 28–40. https://doi.org/10.1177/14653125231178040
Sangalli, L., Savoldi, F., Dalessandri, D., Bonetti, S., Gu, M., Signoroni, A., & Paganelli, C. (2021). Effects of remote digital monitoring on oral hygiene of orthodontic patients: A prospective study. BMC Oral Health, 21, 435. https://doi.org/10.1186/s12903-021-01793-9
Scheerman, J. F. M., van Meijel, B., van Empelen, P., Kramer, G. J. C., & van Loveren, C. (2024). A systematic umbrella review of the effects of teledentistry on costs and oral-health outcomes. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(4), 407. https://doi.org/10.3390/ijerph21040407
Soegyanto, A. I., Wimardhani, Y. S., Maharani, D. A., & Tennant, M. (2022). Indonesian dentists’ perception of the use of teledentistry. International Dental Journal, 72(5), 674–681. https://doi.org/10.1016/j.identj.2022.04.001
Torres, D. K. B., Santos, M. C. C., & Normando, D. (2023). Is teledentistry effective to monitor the evolution of orthodontic treatment? A systematic review and meta-analysis. Dental Press Journal of Orthodontics, 28(4), e2322195. https://doi.org/10.1590/2177-6709.28.4.e2322195.oar
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



