FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.64094/8xfnvd27Keywords:
dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, depresi, pernikahan usia diniAbstract
Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, UNICEF, & PUSKAPA. (2020). Pencegahan perkawinan anak: Percepatan yang tidak bisa ditunda. UNICEF Indonesia.
Beck, A. T., Steer, R. A., & Brown, G. K. (1996). Manual for the Beck Depression Inventory-II. Psychological Corporation.
Burgess, R. A., Jeffery, M., Odero, S. A., Rose-Clarke, K., & Devakumar, D. (2022). Overlooked and unaddressed: A narrative review of mental health consequences of child marriages. PLOS Global Public Health, 2(1), Article e0000131. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0000131
Burgess, R. A., Sheibani, F., Kelly, I., Jeffery, M., Gumbonzvanda, F., Lewis, G., Ashraf, A., Connor, C., Mombeshora, S., & Gumbonzvanda, N. (2023). Bringing an end to the silence: Identifying priorities and solutions to addressing the mental health consequences of child marriage. Health Policy and Planning, 38(4), 421–434. https://doi.org/10.1093/heapol/czad006
Jayawardana, D. (2022). Happily ever after? Mental health effects of early marriage in Indonesia. Feminist Economics, 28(4), 112–136. https://doi.org/10.1080/13545701.2022.2079698
Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Strategi nasional pencegahan perkawinan anak. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Kementerian Sekretariat Negara RI. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Vaingankar, J. A., Abdin, E., Chong, S. A., Shafie, S., Sambasivam, R., Zhang, Y. J., Chang, S., Chua, B. Y., Shahwan, S., Jeyagurunathan, A., Kwok, K. W., Verma, S., & Subramaniam, M. (2020). The association of mental disorders with perceived social support, and the role of marital status: Results from a national cross-sectional survey. Archives of Public Health, 78, Article 108. https://doi.org/10.1186/s13690-020-00476-1
Warmenhoven, F., van Rijswijk, E., Engels, Y., Kan, C., Prins, J., van Weel, C., & Vissers, K. (2012). The Beck Depression Inventory (BDI-II) and a single screening question as screening tools for depressive disorder in Dutch advanced cancer patients. Supportive Care in Cancer, 20(2), 319–324. https://doi.org/10.1007/s00520-010-1082-8
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



