UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) PADA MENCIT DENGAN METODE WRITHING TEST

Authors

  • Hafizah Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bumigora Author
  • Baiq Yulia Hasni Pratiwi Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bumigora Author
  • Mia Ariasti Program Studi S1 Farmasi, Universitas Bumigora Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/9rmrn813

Keywords:

analgesik, ekstrak etanol, pandan wangi, writhing test

Abstract

Nyeri merupakan respon fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penggunaan analgesik sintetis cukup efektif, tetapi dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) pada mencit putih jantan menggunakan metode writhing test serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Penelitian dilakukan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok, masing-masing 5 ekor, yaitu kontrol negatif Na-CMC 1%, kontrol positif asam mefenamat 1,3 mg/20 gBB, serta kelompok ekstrak dosis 1,1 mg/20 gBB, 2,2 mg/20 gBB, dan 4,4 mg/20 gBB. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Nyeri diinduksi menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal, kemudian jumlah geliat diamati setiap 5 menit selama 60 menit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilanjutkan uji LSD. Ekstrak etanol daun pandan wangi menunjukkan aktivitas analgesik yang ditandai oleh penurunan jumlah geliat mencit dibandingkan kontrol negatif. Dosis 4,4 mg/20 gBB memberikan efek paling baik dan mendekati kontrol positif asam mefenamat. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (ANOVA; p=0,000). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa dosis 4,4 mg/20 gBB memiliki efektivitas analgesik yang setara dengan kontrol positif, sedangkan dosis 1,1 mg/20 gBB dan 2,2 mg/20 gBB masih berbeda bermakna terhadap kontrol positif (p<0,05).  Ekstrak etanol daun pandan wangi memiliki aktivitas analgesik pada mencit putih jantan dengan metode writhing test. Dosis 4,4 mg/20 gBB merupakan dosis yang menunjukkan efek analgesik paling optimal dalam penelitian ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiningsih, A., Wildan, A., & Mindaningsih, M. (2010). Optimasi cairan penyari pada pembuatan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) secara maserasi terhadap kadar fenolik dan flavonoid total. Momentum, 6(2), 36–41.

Amir, M. N., Aulia, R., Suardi, H., Hatifah, Z. A., Ismail, I., Raihan, M., & Evary, Y. M. (2023). Studi in vivo ekstrak etanol kulit buah nangka (Artocarpus heterophyllus L.) sebagai kandidat obat analgetik terhadap model hewan uji mencit (Mus musculus). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(1), 139–147.

Andari, S. (2020). Pemanfaatan daun pandan wangi sebagai tanaman obat tradisional. Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 9(2), 36–41.

Arsyad, R., Amin, A., & Waris, R. (2023). Teknik pembuatan dan nilai rendemen simplisia dan ekstrak etanol biji bagore (Caesalpinia crista L.) asal Polewali Mandar. Makassar Natural Product Journal, 1(3), 213–218.

Astanti, M. D., Lestari, P. E., & Triwahyuni, I. E. (2022). Efektivitas gel ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap penyembuhan ulser pada tikus wistar. Stomatognatic (J.K.G Unej), 19(1), 7–12.

Bahrudin, M. (2018). Patofisiologi nyeri (pain). Saintika Medika, 13(1), 7–13.

Delisma, C., Sri, P. F., & Suwendar. (2018). Uji aktivitas analgetika ekstrak n-heksana daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) terhadap mencit. Farmasyifa: Jurnal Ilmiah Farmasi, 1(1), 26–34.

Familia, D., & Mulia, U. S. (2023). Uji aktivitas analgetik ekstrak etanol daun ramania (Bouea macrophylla Griffith) terhadap mencit putih (Mus musculus) dengan metode writhing test. Jurnal Farmasi Indonesia, 8(1), 8–19.

Firyanto, R., Kusumo, P., & Yuliasari, I. E. (2020). Pengambilan minyak atsiri dari tanaman sereh menggunakan metode ekstraksi soxhletasi. Chemtag Journal of Chemical Engineering, 1(1), 1–6.

Handoyo, D. L. Y. (2020). The influence of maceration time (immersion) on the viscosity of betel leaf extract (Piper betle). Jurnal Farmasi Tinctura, 2(1), 34–41.

Handoyo Sahumena, M., Suryani, S., & Rahmadani, N. (2019). Formulasi self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) asam mefenamat menggunakan VCO dengan kombinasi surfaktan tween dan span. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 1(2), 37–46.

Hashary, A. R., Damayanti, U. P., Rusdiaman, R., & Nurzak, A. N. (2023). Identifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dengan metode DPPH. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5(2), 204–215.

Indriani, I., Hasan, A., & Meydinariasty, A. (2021). Sintesis dan karakterisasi Na-CMC dari α-selulosa serabut kelapa sawit. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 1(9), 375–381.

Ivan, A. (2015). Konsep dan mekanisme nyeri dalam praktik klinis. Jurnal Kesehatan, 4(2), 45–52.

Juariah, S. (2022). Pemanfaatan tanaman pandan wangi sebagai tanaman obat tradisional. Jurnal Herbal Indonesia, 7(1), 12–18.

Kawatuna, M., Palu, K., & Kota, S. (2020). Swamedikasi obat analgetik untuk mengatasi nyeri pada masyarakat Kawatuna Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Jurnal Farmasi Komunitas, 4(3), 218–222.

Klau, M. H. C., & Hesturini, R. J. (2021). Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun dandang gendis (Clinacanthus nutans (Burm. f.) Lindau) terhadap daya analgetik dan gambaran makroskopis lambung mencit. Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia, 4(1), 6–12.

Lara, A. D., Elisma, & Sani, F. K. (2021). Uji aktivitas analgesik infusa daun jeruju (Acanthus ilicifolius L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Indonesian Journal of Pharma Science, 3(2), 71–80.

Mita, S., & Husni, P. (2017). Farmakologi obat analgesik dan antiinflamasi nonsteroid. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 6(1), 1–10.

Sanda, B. L., Linden, S., & Nurillahi, L. F. (2025). Penetapan kadar flavonoid pada ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Farmasi Indonesia, 9(1), 9–14.

Sulistiawati, D., Rahayu, S., & Fitriani, N. (2024). Penggunaan analgesik non-opioid dalam penanganan nyeri. Jurnal Ilmu Farmasi, 12(1), 45–52.

Downloads

Published

28-05-2026

How to Cite

UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) PADA MENCIT DENGAN METODE WRITHING TEST. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(2), 181-188. https://doi.org/10.64094/9rmrn813