HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN DIABETES GESTASIONAL DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA NEONATUS DI RSUD KOTA MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.64094/zejw2m96Keywords:
berat badan lahir, diabetes gestasional, hipoglikemia neonatusAbstract
Hipoglikemia neonatus merupakan salah satu masalah metabolik pada bayi baru lahir yang dapat terjadi tanpa gejala dan berpotensi menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani. Kejadian hipoglikemia neonatus dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk berat badan lahir dan kondisi maternal seperti diabetes gestasional.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan diabetes gestasional dengan kejadian hipoglikemia neonatus di RSUD Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023 di RSUD Kota Mataram menggunakan data rekam medis kelahiran hidup tahun 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 103 neonatus. Analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan kejadian hipoglikemia neonatus (p=0,052). Terdapat hubungan yang signifikan antara diabetes gestasional dan kejadian hipoglikemia neonatus (p=0,001). Diabetes gestasional berhubungan signifikan dengan kejadian hipoglikemia neonatus, sedangkan berat badan lahir tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan hipoglikemia neonatus di RSUD Kota Mataram.
Downloads
References
Abramowski, A., Ward, R., & Hamdan, A. H. (2022). Neonatal hypoglycemia. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537105/
Alsaleem, M., Saadeh, L., & Kamat, D. (2019). Neonatal hypoglycemia: A review. Clinical Pediatrics, 58(13), 1381–1386. https://doi.org/10.1177/0009922819877062
Bamehrez, M. (2023). Hypoglycemia and associated comorbidities among newborns of mothers with diabetes. Frontiers in Pediatrics, 11, 1–7. https://doi.org/10.3389/fped.2023.123456
Baz, B., Riveline, J. P., & Gautier, J. F. (2016). Gestational diabetes mellitus. European Journal of Endocrinology, 174(2), R43–R51. https://doi.org/10.1530/EJE-15-0378
Begum, S., Dey, S. K., & Fatema, K. (2018). Neonatal glycemic status of infants of diabetic mothers. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 22(5), 621–626. https://doi.org/10.4103/ijem.IJEM_30_18
Bouchghoul, H., Alvarez, J. C., Verstuyft, C., Bouyer, J., & Senat, M. V. (2020). Transplacental transfer of glyburide. PLoS ONE, 15(5), e0232002. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232002
Budi, G., Sriami, S., & Fauziah, R. (2014). Diabetes mellitus gestasional dengan hipoglikemia neonatorum. Jurnal Penelitian Kesehatan, 5(2), 130–136.
Bunik, M., Hay, W. W., Levin, M. J., & Abzug, M. J. (2022). Current diagnosis and treatment: Pediatrics (26th ed.). McGraw-Hill.
Cameron, P., Browne, G., Mitra, B., Dalziel, S., & Craig, S. (2023). Textbook of paediatric emergency medicine. Elsevier.
Chen, Y. S., Ho, C. H., Lin, S. J., & Tsai, W. H. (2022). Risk factors for neonatal hypoglycemia. Pediatrics and Neonatology, 63(6), 625–632. https://doi.org/10.1016/j.pedneo.2022.06.004
Damm, P., Houshmand-Oeregaard, A., Kelstrup, L., et al. (2016). Gestational diabetes mellitus and long-term consequences. Diabetologia, 59, 1396–1402. https://doi.org/10.1007/s00125-016-3985-5
De Angelis, L. C., Brigati, G., Polleri, G., et al. (2021). Neonatal hypoglycemia and brain vulnerability. Frontiers in Endocrinology, 12, 634305. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.634305
Dungga, E. F., & Husain, S. W. (2019). Faktor yang berhubungan dengan makrosomia. Jambura Nursing Journal, 1(2), 65–72.
Eka, Y., & Lukman, L. (2022). Makrosomia di Indonesia. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(1), 64–71.
Gomella, T. L., Eyal, F. G., & Bany-Mubarak, B. (2020). Gomella’s neonatology (8th ed.). McGraw-Hill.
Iskandar, A. T. P., Handayani, K. D., Wilar, R., et al. (2018). Panduan pelayanan neonatal. IDAI.
Johns, E. C., Denison, F. C., Norman, J. E., & Reynolds, R. M. (2018). Gestational diabetes mellitus. Trends in Endocrinology & Metabolism, 29(11), 743–754.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia 2019. Kementerian Kesehatan RI.
Mahajan, G., Mukhopadhyay, K., Attri, S., & Kumar, P. (2017). Neurodevelopmental outcome of neonatal hypoglycemia. Pediatric Neurology, 74, 74–79.
Masaba, B. B., & Mmusi-Phetoe, R. M. (2020). Neonatal survival in Sub-Sahara Africa. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 13, 709–716.
Melinda, R. O., & Wartono, M. (2021). Birth weight and neonatal hypoglycemia. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(4), 164–169.
PERKENI. (2021). Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan diabetes gestasional. PERKENI.
Plows, J. F., Stanley, J. L., Baker, P. N., et al. (2018). Pathophysiology of gestational diabetes mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 19(11), 3342.
Queensland Clinical Guidelines. (2023). Hypoglycaemia – newborn. Queensland Health.
Saw, H. P., Yao, N. W., Chiu, C. D., & Chen, J. Y. (2017). Continuous glucose monitoring in premature infants. PLoS ONE, 12(10), e0186486.
Sharma, A., Davis, A., & Shekhawat, P. S. (2017). Hypoglycemia in neonates. Translational Pediatrics, 6(4), 335–340.
Thompson-Branch, A., & Havranek, T. (2017). Neonatal hypoglycemia. Pediatrics in Review, 38(4), 147–157.
World Health Organization. (2017). WHO recommendations on newborn health. WHO.
World Health Organization. (2022). Newborn mortality. WHO.
Yunarto, Y., & Sarosa, G. I. (2019). Risk factors of neonatal hypoglycemia. Paediatrica Indonesiana, 59(5), 252–256.
Zhao, T., Liu, Q., Zhou, M., et al. (2020). Risk factors for neonatal hypoglycemia. Bioscience Reports, 40(3), BSR20193332.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



