HUBUNGAN STRES, AKTIVITAS FISIK, DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWA SMAN 4 PRAYA LOMBOK TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.64094/68v5we42Keywords:
aktivitas fisik, perilaku makan, status gizi, stres, siswa SMAAbstract
Remaja menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikososial dan perilaku. Stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan merupakan determinan penting status gizi pada usia sekolah.
Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya, Lombok Tengah. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada Januari 2024 di SMAN 4 Praya. Sampel berjumlah 90 siswa dipilih menggunakan purposive sampling dari populasi siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma untuk variabel ordinal dan uji Mann–Whitney sesuai karakteristik data dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (56,7%), tingkat stres sedang (67,8%), perilaku makan baik (54,4%), dan aktivitas fisik sedang (64,4%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dan status gizi (p<0,001). Tidak terdapat hubungan bermakna antara perilaku makan dan status gizi (p=0,391) maupun antara aktivitas fisik dan status gizi (p=0,910). Tingkat stres berhubungan signifikan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya. Perilaku makan dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi pada penelitian ini. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor perancu seperti kualitas tidur, asupan energi, pengetahuan gizi, dan kondisi medis, serta menggunakan instrumen aktivitas fisik yang lebih objektif.
Downloads
References
Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Kencana Prenada Media Group.
Aini, S. N. (2013). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di perkotaan. Unnes Journal of Public Health, 2(1), 1–8.
Almatsier, S. (2011). Prinsip dasar ilmu gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Arisman. (2004). Gizi dalam daur kehidupan. EGC.
Barseli, M., & Ifdil, I. (2017). Konsep stres akademik siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(3), 143–148. https://doi.org/10.29210/119800
Candrawati, S. (2011). Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang mahasiswa. Jurnal Keperawatan Soedirman, 6(2), 112–118.
Citerawati, N., Hardiansyah, H., & Dwiriani, C. M. (2019). Hubungan stres terhadap status gizi pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 42–47.
Dariyo, A. (2015). Psikologi perkembangan remaja. Ghalia Indonesia.
Hafid, F., Cahyani, Y. E., & Ansar, A. (2019). Aktivitas fisik, konsumsi makanan cepat saji, dan komposisi lemak tubuh remaja SMA. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 104–111. https://doi.org/10.31934/promotif.v8i2.492
Handayani, W. P., Novayelinda, R., & Jumaini, J. (2015). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja. JOM FKp, 2(1), 1–7.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Standar antropometri penilaian status gizi anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan provinsi Nusa Tenggara Barat Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kusumajaya, N. A., Wiardani, N. K., & Juniarsana, I. W. (2008). Persepsi remaja terhadap body image kaitannya dengan pola konsumsi makan. Jurnal Skala Husada, 5(2), 114–125.
Multazami, L. P. (2022). Hubungan stres, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi. Nutrizone: Nutrition Research and Development Journal, 2(1), 1–9.
Nisa, A. C., et al. (2019). Hubungan tingkat stres dengan konsumsi makan dan status gizi pada siswa SMA. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 1–10.
Nishitani, N., & Sakakibara, H. (2016). Relationship between obesity and job stress and eating behavior. International Journal of Obesity, 30(4), 528–533. https://doi.org/10.1038/sj.ijo.0803155
Nurmalina, R. (2011). Pencegahan dan manajemen obesitas. Elex Media Komputindo.
Pujiati, A., Arneliwati, A., & Rahmalia, S. (2015). Hubungan perilaku makan dengan status gizi remaja putri. JOM, 2(2), 1345–1352.
Purwanti, M., Putri, E. A., & Ilmiawan, M. I. (2017). Hubungan tingkat stres dengan indeks massa tubuh mahasiswa. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), 47–56.
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2012). Penilaian status gizi. EGC.
Sumilat, D. D., & Fayasari, A. (2020). Hubungan aktivitas sedentari dengan kejadian gizi lebih. Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi, 1(1), 1–10.
Widiastuti, A. O., & Widiyaningsih, E. N. (2022). Relationship between physical activity and nutritional status of high school students. University Research Colloquium, 66–74.
World Health Organization. (2016). Obesity and overweight. https://www.who.int
UNICEF. (2015). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. UNICEF.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



