HUBUNGAN KNOWLEDGE, ATTITUDE, PRACTICE PERNIKAHAN DINI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI DESA GELANGSAR

Authors

  • Luthfiyyah Asri Cahyani Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • Sabrina Intan Zoraya Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • Nurkomariah Zulhijjah Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • Dany Karmila Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/xe60e261

Keywords:

attitude, kesehatan reproduksi, knowledge, pernikahan dini, practice

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas kesehatan di masa depan, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, termasuk pernikahan dini. Pernikahan dini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi karena kondisi fisik dan psikologis remaja yang belum matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan knowledge, attitude, dan practice mengenai pernikahan dini dengan status kesehatan reproduksi remaja putri di Desa Gelangsar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Sampel sebanyak 74 remaja putri dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan knowledge kurang baik memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi lebih tinggi (33,8%) dibandingkan dengan knowledge baik (9,5%) dengan nilai p=0,004. Responden dengan attitude kurang baik memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi sebesar 32,4% dibandingkan attitude baik (10,8%) dengan nilai p=0,006. Responden yang melakukan pernikahan dini memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi lebih tinggi (24,3%) dibandingkan yang tidak menikah dini (18,9%) dengan nilai p=0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa knowledge, attitude, dan practice mengenai pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan status kesehatan reproduksi remaja putri. Peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini diperlukan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan reproduksi pada remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisya, W. (2020). Determinan kejadian persalinan lama kala I di Indonesia (analisis data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017) (Skripsi/tesis, Universitas Sriwijaya). https://repository.unsri.ac.id/35175/3/RAMA_13201_10011181621004_0209088803_01_front_ref.pdf

Asmin, E., Salulinggi, A., Titaley, C. R., & Bension, J. (2021). Hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia di Kecamatan Leitimur Selatan dan Teluk Ambon. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 6(1), 229–236. https://doi.org/10.14710/jekk.v6i1.10180

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2014). Buku saku bagi petugas lapangan Program KB Nasional: Materi konseling. BKKBN.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan perkembangan HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) Triwulan I (Januari–Maret 2022). Kementerian Kesehatan RI.

Gunarsa, S. D. (2012). Psikologi untuk keluarga (Cet. 15). BPK Gunung Mulia.

Hairuddin, K., Passe, R., & Sudirman, J. (2022). Penyuluhan kesehatan tentang penyakit infeksi menular seksual (IMS) pada remaja. Abdimas Singkerru, 2(1), 12–18. https://doi.org/10.59563/singkerru.v2i1.122

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Catatan: di naskah Anda, Riskesdas dipakai untuk angka anemia remaja (32%). Pastikan yang dirujuk adalah laporan nasional Riskesdas 2018 (dokumen resmi).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman nasional penanganan infeksi menular seksual (IMS) 2015. Kementerian Kesehatan RI.

Catatan editorial: repositori resmi Kemenkes banyak menampilkan edisi 2016, jadi pastikan Anda memang memakai edisi 2015 (sesuai kutipan naskah).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Mulianingsih, W., Mariam, L., Permana, Y., Zubaidi, F. F., Arjita, P. D., Anulus, A., Karmila, D., & Hanafi, F. (2022). Gambaran patogen dan profil infeksi menular seksual (IMS). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 523–530. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i2.888

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development: Perkembangan manusia (ed. terjemahan). Salemba Humanika.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. (2014).

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. (2016). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Diagnosis dan tatalaksana preeklampsia. POGI.

Rauf, R., Harismayanti, & Retni, A. (2023). Analisis faktor risiko terjadi preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 1(2), 46–58.

Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i1.33436

UNAIDS. (2022). Global HIV & AIDS statistics—Fact sheet. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS.

Wirenviona, R. (2020). Edukasi kesehatan reproduksi remaja. (Rujukan buku; lengkapi penerbit/kota bila ada pada naskah asli).

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

HUBUNGAN KNOWLEDGE, ATTITUDE, PRACTICE PERNIKAHAN DINI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI DESA GELANGSAR. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 126-133. https://doi.org/10.64094/xe60e261