FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAWASAN WISATA DESA SADE, LOMBOK TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.64094/c2f3xe57Keywords:
pengetahuan, pola asuh, jenis lantai, kepemilikan jamban, diare balitaAbstract
Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berkontribusi besar terhadap morbiditas balita. Di Indonesia, prevalensi diare masih tinggi, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sade sebagai kawasan wisata dengan praktik tradisional perumahan memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kejadian diare pada balita. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kawasan Wisata Desa Sade. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2024. Sampel sebanyak 109 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Prevalensi diare pada balita sebesar 31,2%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p<0,001), pola asuh (p<0,001), jenis lantai rumah (p<0,001), dan kepemilikan jamban (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare (OR=30,892; CI 95%: 5,292–180,327; p<0,001). Tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada balita. Jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan. Perbaikan sanitasi lingkungan rumah dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat diperlukan untuk menurunkan kejadian diare pada balita.
Downloads
References
Anggana, Z. M. (2021). Kajian literatur tentang hubungan antara jenis lantai rumah dan kepadatan lalat dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(3), 6–12.
Anggitasari, J. D. Y., Soebagyo, B., & Ramadhon, Y. A. (2015). Hubungan kepemilikan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 1–15.
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2019). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2019. Mataram: Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Iqbal, A. F., Setyawati, T., Towidjojo, V. D., & Agni, F. (2022). Pengaruh perilaku hidup bersih dan sehat terhadap kejadian diare pada anak. Jurnal Medical Profession (MedPro), 4(3), 271–279.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kharisma, M. D., Kusdiyah, E., & Suzan, R. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 45–52.
Murtiana, A., Setiyajati, A., & Bahri, A. S. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 91–102.
Novita, O. T. (2020). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 56–64.
Sengkey, A., Joseph, W. B. S., & Warouw, F. (2020). Hubungan antara ketersediaan jamban keluarga dan sistem pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Kesmas, 9(1), 182–188.
Surasana, I. N., Purwadi, I. G., Murniasih, A. A., & Kaler, I. K. (2015). Etnografi Dusun Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Denpasar: Universitas Udayana.
World Health Organization. (2023). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



