HUBUNGAN KEJADIAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TAHAP AKHIR UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.64094/3nfftq15Keywords:
depresi, kualitas hidup, mahasiswa kedokteranAbstract
Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. Mahasiswa tahap akhir memiliki beban akademik yang tinggi, tuntutan penyelesaian studi, serta tekanan psikologis yang berpotensi meningkatkan risiko depresi dan mempengaruhi kualitas hidupnya. Mengetahui hubungan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahap akhir Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 mahasiswa tahap akhir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup mahasiswa, dengan nilai p-value = 0,033 (p < 0,05) dan koefisien korelasi Spearman (rs) sebesar -0,566. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan korelasi sedang, dimana semakin tinggi tingkat depresi maka kualitas hidup semakin rendah. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahap akhir Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram.
Downloads
References
Adi, A. A. N. H. B. (2023). Gambaran kualitas hidup pada mahasiswa program studi kedokteran FK Undiksha (Skripsi). Universitas Pendidikan Ganesha.
Amalia, B., Irmansyah, I., & Hanafi, E. (2019). Prevalensi dan faktor risiko depresi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Jiwa Indonesia, 8(2), 45–52.
Andiarna, F., Putri, R. M., & Sari, D. K. (2020). Hubungan tingkat stres dengan kualitas hidup mahasiswa kedokteran. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 16(1), 23–29.
Annisa, M., & Akbar, R. R. (2017). Gambaran tingkat depresi mahasiswa fakultas kedokteran. Jurnal Medika Udayana, 6(3), 45–50.
Bafadal, M., & Zulkifli, A. (2021). Gambaran pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB. Jurnal Kesehatan Masyarakat NTB, 5(1), 12–18.
DeLuca, J. S., Tang, J., Zoubaa, S., Dial, B., & Yanos, P. T. (2021). Reducing stigma in high school students: A cluster randomized controlled trial of the National Alliance on Mental Illness’ Ending the Silence intervention. Stigma and Health, 6(2), 228–236. https://doi.org/10.1037/sah0000290
Fauzy, R., & Fourianalistyawati, E. (2020). Hubungan antara depresi dengan kualitas hidup pada ibu hamil berisiko tinggi. Jurnal Psikogenesis, 4(2), 206–214.
Fekih, R. M., Zguira, M. S., & Abid, M. (2020). Depression among medical students: Prevalence and associated factors. Journal of Affective Disorders, 277, 113–118. https://doi.org/10.1016/j.jad.2020.08.019
Gan, G. G., & Hue, Y. L. (2019). Depression and quality of life among medical students. Medical Journal of Malaysia, 74(1), 23–28.
Habsari, A. S., & Rumawas, M. E. (2021). Gambaran kualitas hidup pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara. Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis, 1(2), 105–114.
Kaplan, H. I., & Sadock, B. J. (2018). Synopsis of psychiatry: Behavioral sciences and clinical psychiatry (11th ed.). Wolters Kluwer.
Kedang, E. F. S., Nurina, R. L., & Manafe, D. R. T. (2020). Analisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian depresi pada mahasiswa fakultas kedokteran. Cendana Medical Journal, 8(2), 87–95.
Krisdianto, M. A., & Mulyanti, M. (2017). Mekanisme koping dengan tingkat depresi pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 3(2), 71–76.
Nurdin, M. A., Arsin, A. A., & Thaha, R. M. (2018). Kualitas hidup mahasiswa dengan gangguan tidur. Jurnal MKMI, 14(2), 128–138.
Pattanaseri, K., Atsariyasing, W., Pornnoppadol, C., Sanguanpanich, N., & Srifuengfung, M. (2022). Mental problems and risk factors for depression among medical students during the COVID-19 pandemic: A cross-sectional study. Medicine, 101(38), e30733. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000030733
Pranata, R. H., & Asfur, R. (2021). Pengaruh stres terhadap kejadian insomnia pada mahasiswa kedokteran. Jurnal Ilmiah Kohesi, 5(3), 63–69.
Ridley, M., Rao, G., Schilbach, F., & Patel, V. (2020). Poverty, depression, and anxiety: Causal evidence and mechanisms. Science, 370(6522), eaay0214. https://doi.org/10.1126/science.aay0214
Rokmawati, L. (2020). Hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi (Skripsi). Universitas Alma Ata.
Sari, D. M. P., Lestari, C. Y. D., Putra, E. C., & Nashori, F. (2018). Kualitas hidup lansia ditinjau dari dukungan sosial. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6(2), 131–141.
Sri, W., Rahman, A., & Yusuf, M. (2022). Prevalensi depresi pada mahasiswa kedokteran di Asia Tenggara. Asian Journal of Psychiatry, 65, 102824.
Utami, A. W., Gusyaliza, R., & Ashal, T. (2018). Hubungan kemungkinan depresi dengan kualitas hidup pada lansia. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 417–423.
World Health Organization. (2019). Depression and other common mental disorders: Global health estimates. WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



