IMPLEMENTASI SISTEM UNIT DOSE DISPENSING (UDD)DALAM UPAYA PENGENDALIAN RETUR OBAT DI RUMAH SAKIT

Authors

  • Feri Hidayat Tulloh Prodi D-III Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang Author
  • Sri Suwarni Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera Semarang Author
  • Ni Nyoman Sri Mas H Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana Bandung Author
  • Mera Putri Pratitis Prodi D-III Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus Kudus Author
  • Rakhmi Hidayati Prodi D-III Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus Kudus Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/j79jna66

Keywords:

unit dose, retur obat, farmasi rumah sakit, keselamatan pasien

Abstract

Retur obat yang sering terjadi di rumah sakit menunjukkan bahwa sistem pengelolaan dan distribusi obat belum berjalan dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan pemborosan dan mengurangi kualitas pelayanan kefarmasian. Penerapan sistem Unit Dose Dispensing (UDD) diharapkan dapat meningkatkan akurasi pengiriman obat dan mengurangi sisa obat yang tidak digunakan oleh pasien yang dirawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem UDD dalam upaya mengelola pengembalian obat di rumah sakit. Penelitian mixed methods dengan pendekatan kuantitatif komparatif non-eksperimental untuk membandingkan persentase retur obat sebelum dan sesudah implementasi UDD, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian dilakukan di Ruang VIP I dan II salah satu rumah sakit di Kabupaten Demak tahun 2025 dengan total sampling sebanyak 133 resep sebelum dan 167 resep sesudah implementasi UDD, serta informan tenaga kefarmasian dan perawat yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase retur obat sebelum implementasi UDD sebesar 30,09%, sedangkan sesudah implementasi UDD sebesar 32,68%, masih melebihi ketentuan SPO <10%. Analisis kualitatif menunjukkan retur obat sebagian besar disebabkan oleh perubahan terapi dokter, obat sisa dari IGD, dan keterbatasan tenaga farmasi yang menyebabkan perawat menangani distribusi langsung. Meskipun implementasi UDD membantu mengatur distribusi obat dan mengurangi beban kerja tenaga kefarmasian dan perawat, sistem ini belum sepenuhnya menurunkan tingkat retur. Implementasi UDD berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan obat, namun memerlukan pengawasan ketat dan optimalisasi prosedur untuk menurunkan retur obat secara signifikan. Rata-rata retur obat sebelum masih di atas standar. UDD belum menurunkan retur secara signifikan p=0,549 (p>0,05) dan masih memerlukan optimalisasi serta pengawasan lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiana, S. (2023). Evaluasi kesesuaian penerapan sistem distribusi unit dose dispensing (UDD) berdasarkan standar prosedur operasional di ruang rawat inap rumah sakit (X) periode Juni–Agustus 2022. Jurnal Kesehatan Farmasi, 3(2), 180–184.

Afriani, T., & Nasri, K. (2025). Transformasi digital di rumah sakit umum pusat X. Jurnal Kesehatan, 9, 1971–1975.

Alfira, A., Assa, Y., Kep, S., & Kes, M. M. (2025). Manajemen mutu pelayanan kesehatan. PT Media Pustaka Indo.

Dahlan, A., KPRS, T., & Ahmad, R. S. M. (2020). Perbandingan dispensing error antara bangsal dengan unit dose dispensing dan tanpa unit dose dispensing di RSM Ahmad Dahlan. Jurnal Farmasi Klinik, 2(2).

Dinianty, S. F., Rohendi, A., & KM. (2025). Analisis pengelolaan obat pada tahap distribusi di instalasi farmasi rumah sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. E-Jurnal Malahayati, 12(3), 555–563.

Drechsel, T., Gittler, G., Elaine, A., & Steindl-Sch, T. (2025). Hospital pharmacy implementation of a unit dose dispensing system: A qualitative interview study to determine experiences, views and attitudes of nursing staff. Exploratory Research in Clinical and Social Pharmacy, 17.

Hughes, R. G., & Blegen, M. A. (2017). Medication administration safety. In R. G. Hughes (Ed.), Patient safety and quality: An evidence-based handbook for nurses. Agency for Healthcare Research and Quality.

Jasińska-Stroschein, M., & Waszyk-Nowaczyk, M. (2024). Innovative approaches to enhance and measure medication adherence in chronic disease management: A review. Pharmacy Practice, 1–19.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Kementerian Kesehatan RI.

Kurniasari, H., & Yanti, F. (2022). Interval ketepatan waktu pemberian obat pada pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit HKBP Balige. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 4(2), 60–65.

Meryta, A., Fidia, F., & Arfiah, N. (2025). Proses retur obat dengan sistem distribusi sebelum UDD dan setelah UDD pada pasien rawat inap di RS St. Carolus. Jurnal Kesehatan Pharmasi, 7(2), 154–160.

Mistri, I. U., Badge, A., & Shahu, S. (2023). Enhancing patient safety culture in hospitals. Journal of Healthcare Quality, 15(12), 1–7.

Novrianto, P., Garmelia, E., Ismaya, S. B., et al. (2025). Analisis penerapan unit dose drugs dispensing system (UDDDS) berdasarkan teori service quality di instalasi farmasi rawat inap rumah sakit X. Jurnal Administrasi Kesehatan, September issue.

Pricillya Maria Loimalitna P. Ekasari, & Pamungkas, S. (2024). Analisa gambaran pengelolaan retur obat di rawat inap Rumah Sakit dr. Abdul Radjak Salemba Jakarta. Jurnal Farmasi IKIFA, 3(2), 138–146.

Rahayu, S., Amalia, T., Azzahra, F., & Haifa, A. I. (2024). Evaluasi pengembalian (retur) obat pada sistem unit dose dispensing (UDD) di instalasi farmasi rawat inap RS X. Jurnal Farmasi Klinik, 8(12), 42–49.

Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/294077/pp-no-28-tahun-2024

Setiani, L. A., & Megawati, N. (2021). Analisis tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi di Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung. Jurnal Kesehatan, 5, 264–275.

Shera, O. P., Andayani, T. M., & W, G. P. (2017). Evaluasi pelaksanaan standar pelayanan minimal rumah sakit bidang farmasi di instalasi farmasi RSUD Pemangkat. Jurnal Manajemen Farmasi Indonesia, 14(1), 16–26.

WHO. (2022). World health statistics 2022. World Health Organization.

Waluya, M., Ahmar, S. B., et al. (2022). Hubungan kualitas pelayanan apotek rawat inap terhadap tingkat kepuasan pasien di RS TK IV Dr. R. Ismoyo Kendari. Pharmacia Journal, 1(4).

Yulinar, V. S., & Dhamanti, I. (2024). Pengaruh keselamatan pasien di rumah sakit: Literature review. Jurnal Kesehatan, 5, 2965–2976.

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

IMPLEMENTASI SISTEM UNIT DOSE DISPENSING (UDD)DALAM UPAYA PENGENDALIAN RETUR OBAT DI RUMAH SAKIT. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 88-94. https://doi.org/10.64094/j79jna66