ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN GENERALIZED ANXIETY DISORDER TERHADAP POTENSI INTERAKSI OBAT
DOI:
https://doi.org/10.64094/q8v17v53Keywords:
cross-sectional, interaksi obat, karakteristik pasien, retrospektif, gangguan kecemasanAbstract
Generalized Anxiety Disorder (GAD) merupakan gangguan kecemasan yang sering memerlukan terapi kombinasi jangka panjang, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi kategori potensi interaksi obat dan hubungan karakteristik pasien dengan tingkat keparahan interaksi obat pada pasien GAD. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien rawat jalan di RS Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB periode Januari–Juni 2024. Sampel sebanyak 300 pasien dipilih menggunakan simple random sampling. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan perangkat lunak Drugs.com dan DrugBank. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2.402 potensi interaksi obat, mayoritas termasuk kategori moderat (90,2%), diikuti mayor (5,7%) dan minor (4,1%). Terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, durasi pengobatan, penggunaan obat racikan, komorbiditas, dan jumlah obat dengan tingkat keparahan potensi interaksi obat (p < 0,05). Karakteristik pasien berhubungan dengan tingkat keparahan potensi interaksi obat pada pasien GAD, dengan interaksi moderat sebagai kategori terbanyak.
Downloads
References
Al Zaabi, M. S. R., Sridhar, S. B., Tadross, T. M., & Shariff, A. (2021). Frequency and predictors of potential drug interactions among psychiatry outpatients on treatment with antidepressant medications. Biomedical and Pharmacology Journal, 14(3), 1209–1218. https://doi.org/10.13005/bpj/2223
Allen, L. V. (2016). Pharmaceutical calculations (15th ed.). Pharmaceutical Press.
Almokhtar, A. A., Jbireal, J. M., & Azab, A. E. (2019). Anxiety: Insights into signs, symptoms, etiology, pathophysiology, and treatment. East African Scholars Journal of Medical Sciences, 2(10), 580–591.
Baldt, J., Frahm, N., Hecker, M., Streckenbach, B., Langhorst, S. E., Mashhadiakbar, P., Burian, K., Meißner, J., Heidler, F., Richter, J., & Zettl, U. K. (2023). Depression and anxiety in association with polypharmacy in patients with multiple sclerosis. Journal of Clinical Medicine, 12(16). https://doi.org/10.3390/jcm12165379
Brattig Correia, R., de Araújo Kohler, L. P., Mattos, M. M., & Rocha, L. M. (2019). City-wide electronic health records reveal gender and age biases in administration of known drug–drug interactions. NPJ Digital Medicine, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.1038/s41746-019-0141-x
Dagnew, E. M., Ergena, A. E., Wondm, S. A., & Sendekie, A. K. (2022). Potential drug–drug interactions and associated factors among admitted patients with psychiatric disorders. BMC Pharmacology and Toxicology, 23(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s40360-022-00630-1
Drenth-van Maanen, A. C., Wilting, I., & Jansen, P. A. F. (2020). Prescribing medicines to older people. British Journal of Clinical Pharmacology, 86(10), 1921–1930. https://doi.org/10.1111/bcp.14094
Flockhart, D. A. (2019). Drug interactions: Cytochrome P450 drug interaction table. Indiana University School of Medicine.
Juurlink, D. N., Mamdani, M., & Kopp, A. (2018). Drug–drug interactions among elderly patients. Canadian Medical Association Journal, 190(1), E12–E18. https://doi.org/10.1503/cmaj.170940
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Situasi kesehatan jiwa di Indonesia. Kemenkes RI.
Musnelina, L., Wulandari, A., & Rianty, I. (2024). Potensi interaksi obat pada pasien dengan penyakit komorbid. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia, 17(2), 45–50.
Qiu, T., Jiang, Z., Chen, X., Dai, Y., & Zhao, H. (2023). Comorbidity of anxiety and hypertension. International Journal of Hypertension, 2023. https://doi.org/10.1155/2023/9619388
Rahman, Q., & Oktavilantika, D. M. (2023). Profil penggunaan obat antidepresan pada pasien gangguan ansietas. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika, 1(2), 113–125. https://doi.org/10.35760/jff.2023.v1i2.8728
Rasool, M. F., ur Rehman, A., Khan, I., Latif, M., Ahmad, I., Shakeel, S., Sadiq, M., Hayat, K., Shah, S., Ashraf, W., Majeed, A., Hussain, I., & Hussain, R. (2023). Assessment of risk factors associated with drug interactions. PLoS ONE, 18(1). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0276277
Rochjana, A. U. H., Jufri, M., Andrajati, R., & Sartika, R. A. D. (2019). Masalah farmasetika dan interaksi obat pada resep racikan pasien pediatri. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 8(1). https://doi.org/10.15416/ijcp.2019.8.1.42
Shin, K. E., Lafreniere, L. S., & Newman, M. G. (2019). Generalized anxiety disorder. Cambridge University Press.
Sunarti, & Octaviani, P. (2020). Drug interactions in generalized anxiety disorder. Advances in Health Sciences Research, 20, 79–81.
Teja, A. T. R. (2019). Gambaran kecemasan wanita menopause. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 3(2), 62–66.
World Health Organization. (2017). Depression and other common mental disorders: Global health estimates. WHO.
Zucker, I., & Prendergast, B. J. (2020). Sex differences in pharmacokinetics. Biology of Sex Differences, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s13293-020-00308-5
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



