HUBUNGAN USIA GESTASI, JENIS PERSALINAN, DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KOTA MATARAM

Authors

  • Sherina Oktadiani Murad Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • Ananta Fittonia Benvenuto Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • Shinta Wulandhari Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author
  • I Wayan Suradhipa Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.64094/m1sv3671

Keywords:

ikterus neonatorum, usia gestasi, jenis persalinan, paritas

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin tidak terkonjugasi yang dipengaruhi oleh ketidakmatangan fungsi hati serta faktor maternal dan perinatal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Identifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan deteksi dini pada pelayanan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia gestasi, jenis persalinan, dan paritas dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Data diperoleh dari rekam medis neonatus yang lahir di RSUD Kota Mataram pada periode Januari–Desember 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p = 0,008) dan paritas (p = 0,013) dengan kejadian ikterus neonatorum. Sementara itu, usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,372). Jenis persalinan dan paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, sedangkan usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pemantauan faktor maternal dan proses persalinan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan komplikasi hiperbilirubinemia pada neonatus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apsari, P. I. B., Supadma, I. N., & Winianti, N. W. (2023). Persalinan sectio caesarea dan pemberian air susu ibu sebagai faktor risiko hiperbilirubinemia neonatorum. Sari Pediatri, 25(3), 185–189. https://dx.doi.org/10.14238/sp25.3.2023.185-9

Auliasari, A. N., Etika, R., Krisnana, I., & Lestari, P. (2019). Faktor risiko kejadian ikterus neonatorum (Risk factors of neonatal jaundice). Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), 188. https://orcid.org/0000-0001-8076-9036

Lestari, S., & Theresia, E. M. (2018). Hubungan Berat Badan Lahir Bayi dan Usia Kehamilan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Sleman Tahun 2017 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Listyarini, I. (2020). Gambaran kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Unisa.

Marlina, L., Fitriahadi, E., & ST, S. (2017). Gambaran karakteristik ibu dengan kejadian ikterus pada neonatus di rsud wates kulon progo (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).

Mulyati, M., Iswati, N., & Wirastri, U. (2019). Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Neonatus dengan Hiperbilirubinemia di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Proceeding of The URECOL, 203-212.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. PT Rineka Cipta.

Pratama, A. G., Sammakh, A. A., & Mahayani, I. A. M. (2025). Hubungan Pendidikan, Anemia, Dan Paritas Ibu Hamil Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2023. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(1), 20-28. https://doi.org/10.64094/m8avdw49

Puspitasari, H. (2019). Penelitian case control. Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Universitas Padjadjaran.

Putri, M. D. Y., & Mufdillah. (2022). Pemberian ASI pada bayi dengan kelahiran prematur (Breast milk in babies with premature birth). Midwifery and Reproduction, 5(2), 104–111.

Sari, A. E., Subiastutik, E., Jamhariyah, & Gumiarti. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di RS Permata Bunda Malang. Ovary Midwifery Journal, 3(1), 31. https://ovari.id/index.php/ovari/article/view/38

Ulfah, M. (2015). Hubungan berat bayi lahir rendah dan prematuritas dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Unaya, I., Ismarwati, S. K. M., & ST, S. (2009). Hubungan Jenis Persalinan Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2008 (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).

Wama, R. S. (2020). Gambaran kejadian ikterus neonatorum. Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Yusuf, N. N. (2021). Hubungan frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus neonatorum di rumah sakit umum daerah provinsi NTB. Jurnal Medika Hutama, 2(02 Januari), 764-770. https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/169

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

HUBUNGAN USIA GESTASI, JENIS PERSALINAN, DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KOTA MATARAM. (2026). Indonesian Journal of Health Research Innovation, 3(1), 8-15. https://doi.org/10.64094/m1sv3671