KONTRIBUSI PROGRAM POSBINDU PTM TERHADAP DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR 2019–2024
DOI:
https://doi.org/10.64094/zvh3qn93Keywords:
posbindu PTM, penyakit tidak menular, keperawatan komunitas, deteksi dini, hipertensi, diabetes melitusAbstract
Transisi epidemiologi di Indonesia ditandai dengan pergeseran beban penyakit dari penyakit menular ke Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini menyumbang sekitar 75% kematian nasional. Kondisi ini menuntut penguatan strategi berbasis komunitas untuk deteksi dini dan pengendalian faktor risiko. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM dikembangkan sebagai UKBM yang berfokus pada skrining dan pemantauan faktor risiko hipertensi, diabetes, dan PTM lainnya di tingkat masyarakat. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis kontribusi Posbindu PTM terhadap deteksi dini dan pengendalian PTM di Indonesia selama lima tahun terakhir, termasuk efektivitas, hambatan, peran sumber daya manusia, dan inovasi program. Penulisan menggunakan desain narrative literature review dengan struktur IMRAD. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci Posbindu PTM, deteksi dini, hipertensi, diabetes, efektivitas program, peran kader, dan keperawatan komunitas. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian, laporan pengabdian kepada masyarakat, serta dokumen kebijakan resmi yang diterbitkan tahun 2019–2025 dan berfokus pada konteks Indonesia. Data diekstraksi dan disintesis secara tematik. Posbindu PTM terbukti efektif dalam menemukan kasus baru hipertensi dan diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis, meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui edukasi dan pendampingan, serta memperkuat modal sosial melalui peran kader dan perawat komunitas. Namun, pelaksanaan masih terhambat oleh disparitas fasilitas, ketidakstabilan pendanaan di tingkat desa, keterbatasan kalibrasi alat, serta variasi kompetensi kader. Inovasi seperti “Gesit Mandiri” dan “OPPO PHD” menunjukkan potensi besar untuk direplikasi dengan adaptasi lokal. Posbindu PTM berkontribusi strategis dalam deteksi dini dan pengendalian PTM di Indonesia, tetapi memerlukan penguatan regulasi pembiayaan, standardisasi sarana-prasarana, serta integrasi teknologi surveilans agar keberlanjutan program lebih terjamin.
Downloads
References
Diba, D. R. T. T. F. (2024). Peningkatan Pengetahuan dan Skill Kader Kesehatan melalui Edukasi tentang Hipertensi dan Simulasi Terkait Teknik Komunikasi Efektif. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(5474), 1333–1336.
Didah, & Ferdian, D. (2025). Optimalisasi Skrining Penyakit Tidak Menular di Posbindu Sebagai Upaya Deteksi Dini Dan Pencegahan Komplikasi. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa Dan Masyarakat Volume, 6(1), 85–90.
Dos Santos, M. G., Pleutim, N. I., de Queiroz-Cardoso, A. I., Ramalho, L. D. S., de Souza, V. S., & Teston, E. F. (2025). Use of the Health Promotion Model by Nursing in Primary Care: an integrative review. Revista Brasileira de Enfermagem, 78(2), 1–7. https://doi.org/10.1590/0034-7167-2024-0096
Husein, A. L., Titaley, C. R., Que, B. J., Ulandari, P., Wijaya, A. E., Malakauseya, M. L. V., Ohoiulun, A., De Lima, F., Saptenno, L., & Liesay, L. S. (2021). Permasalahan Yang Dihadapi Kader Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Di Kota Ambon Dan Pulau Saparua. Molucca Medica, 14, 26–45. https://doi.org/10.30598/molmed.2021.v14.ik.26
Indonesia, P. K. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023.
John C. Smulian Sonja A. Rasmussen MD, M. S. (2020). Since January 2020 Elsevier has created a COVID-19 resource centre with free information in English and Mandarin on the novel coronavirus COVID-. Ann Oncol, January, 19–21.
Jueriyah, Asmadi, & Mashuri. (2013). Dukungan Keluarga Dalam Pemanfaatan Posbindu Oleh Lansia Di Wilayah Puskesmas Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jurnal Ilmu Keshatan Bhakti Husada Kuningan, 2(2), 84–89.
Kaptiningsih, B., Suhartini, T., & Rahmat, N. N. (2023). Hubungan Peran Kader Posbindu dengan Minat Masyarakat dalam Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular. Jurnal Keperawatan, 15(4), 1835–1842.
Karunianingtyas Wirawati, M., & Sakti Widyaningsih, T. (2022). Optimalisasi Posbindu PTM dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kelurahan Tambak Aji Ngaliyan Semarang. Jurnal Peduli Masyarakat, 4(1), 109–114. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
Kemendagri. (n.d.). OPPO PHD (Optimalkan Posbindu PTM Obatin Penderita Hipertensi Diabetes). Tuxedovation | Tutorial Exhibition Display Of Innovation. https://tuxedovation.inovasi.bskdn.kemendagri.go.id/detail_inovasi/157061
Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes, 235.
Kulon, N., & Ngaglik, S. (2023). Determinan Pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular oleh Masyarakat di RW 36 Padukuhan Ngabean Kulon Sinduharjo Ngaglik Sleman. JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS, 9(3), 512–520.
Lubis, E. M. (2022). Kendala Pelaksanaan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Communicable Disease Development Post Program ( POSBINDU PTM ): Literature Review. Journal Of Cahaya Mandalika, 2(1), 43–71.
Marthias, T., Anindya, K., Ng, N., McPake, B., Atun, R., Arfyanto, H., Hulse, E. S. G., Zhao, Y., Jusril, H., Pan, T., Ishida, M., & Lee, J. T. (2021). Impact of non-communicable disease multimorbidity on health service use, catastrophic health expenditure and productivity loss in Indonesia: A population-based panel data analysis study. BMJ Open, 11(2), 1–13. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-041870
Nurhidayani, N., Er Unja, E., & Andi Chrimilasari, L. (2022). Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dalam Pelaksanaan Program Gesit Mandiri Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Takisung. Jurnal Citra Keperawatan, 10(2), 81–87. https://doi.org/10.31964/jck.v10i2.261
Pujiastutik, Y. E., & Sumaningrum, N. D. (2019). Theory Of Goal Attainment (Imogene M. King) Sebagai Basis Analisis Faktor Patuh Minum Obat TB Paru Di Kabupaten Kediri. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 6(3), 268–275. https://doi.org/10.26699/jnk.v6i3.art.p268-275
Rahajeng, E. (2020). Pengutan Posbindu PTM Dalam Menurunkan Prevalensi Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular. In Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Epidemiologi Dan Bistatistik (Vol. 44, Issue 8).
Rahajeng, E., & Nurhotimah, E. (2020). Evaluasi Pelaksanaan Posbindu Penyakit Tidak Menular ( POSBINDU PTM ) Di Lingkungan Tempat Tinggal. .. 134–147.
Santoso, P., Pujianto, T., & Nurita. (2025). The Effect of Health Promotion About Hypertension Through. Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(2), 217–222.
Situation, A. O. F. (2023). Prevalence , Impact , and Efforts In Controlling Hypertension & Diabetes in Indonesia.
Tira, D. S., Lolo, L. L., Yunus, M., Sumiati, & Bakri, B. (2025). Optimalisasi Peran Perawat dalam Pendampingan Keluarga dengan Penyakit Tidak Menular di Komunitas. Abdimas Polsaka; Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 15–21.
Wirasmi, S., Achadi, A., & Anggraini, A. B. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Posbindu PTM di 5 Provinsi Tahun 2021. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(12), 19634–19650. https://doi.org/https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i12.11343
Yoanes Litha. (2021). Kemenkes: 75 Persen Kematian di Indonesia Akibat Penyakit Tidak Menular. VOA. https://www.voaindonesia.com/a/kemenkes-75-persen-kematian-di-indonesia-akibat-penyakit-tidak-menular/7987534.html
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Health Research Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Jurnal Kami hak publikasi pertama dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk membuat perubahan, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal di Jurnal. Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan kembali versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi di jurnal kami.



